CARA MEMBUAT MAKALAH 100% BAIK DAN BENAR

       Berbicara tentang Cara Membuat Makalah yang Baik dan Benar, maka kita harus mengacu kepada standar penulisan karya ilmiah yang baik dan benar, jadi kita harus membuat makalah yang ingin kita tulis masuk dalam kategori standar penulisan ilmiah, kalau penulisan makalah kita sudah masuk dalam kategori tersebut maka otomatis makalah yang kita buat 100% Baik dan Benar. 
       Baiklah, mari kita belajar bersama-sama tentang Bagaimana sih caranya membuat Makalah 100% baik dan benar? Makalah adalah sebuah karya akademis yang umumnya diterbitkan dalam suatu jurnal ilmiah dan membahas suatu pokok permasalahan tertentu. Makalah juga merupakan naskah yang sistematik dan utuh yang berupa garis-garis besar (outlines) mengenai suatu masalah, dan ditulis dengan pendekatan satu atau lebih disiplin keilmuan tertentu, baik itu menguraikan pendapat, gagasan maupun pembahasan dalam rangka pemecahan masalah tersebut.
          Pada prinsipnya, makalah adalah bentuk terkecil dari penulisan karya ilmiah, walaupun seperti itu, harus tetap memperhatikan elemen-elemen karya ilmiah pada makalah itu sendiri, tanpa itu karya tulis kita tidak bisa disebut Makalah.
Setidaknya ada 8 elemen yang harus ada dalam Pembuatan Makalah yang Baik, diantaranya:
1. Cover
2. Judul Makalah
3. Kata Pengantar
4. Daftar Isi
5. Bab I Pendahuluan
6. Bab II Isi
7. Bab III Penutup
8. Daftar Pustaka
Setelah kita mengetahui elemen-elemennya, kita uraikan lagi konten-konten yang ada dalam tiap elemen diatas:

1. Cover
    Hal – Hal yang harus ada pada cover makalah adalah:
   • Judul Makalah
   • Tujuan dibuatnya makalah
   • Logo Lembaga
   • Nama Penyusun Makalah
   • Nama Lembaga
   • Tahun Akademik

2. Judul Makalah
    Penulisan judul makalah bias disamakan dengan judul yang ada pada cover.

3. Kata Pengantar
    Kata pengantar adalah mukadimmah atau pembuka. Kata Pengantar ini biasanya berisi:
    • Salam pembuka
    • Sekilas proses pembuatan makalah
    • Ucapan terima kasih kepada pihak-pihak yang membantu dalam proses pembuatan makalah tersebut
    • Penutup
    • Yang terakhir adalah nama Penulis

4. Daftar Isi
   Daftar Isi bertujuan untuk memudahkan pembaca dalam pencarian materi yang ada dalam makalah.

5. Bab I Pendahuluan
    Dalam bab ini kita menerangkan seputar:
    • Konsep, rencana, gagasan, seputar permasalahan dan tujuan yang termuat dalam Latar Belakang.
    • Tentukan juga Ruang Lingkup penelitian yang akan mencakup proses-proses yang digunakan 
      untuk menuangkan permasalahan.
    • Tambahkan juga Tujuan dan Manfaat dari permasalahan yang sedang dibahas.

6. Bab II Isi
    Pada elemen Isi ini, mencakup hal sebagai berikut:
    • Definisi / Landasan teori,
    • Ulasan materi
    • Penyelesaikan masalah,
    • Solusi , Hasil Peneltian
    • Kontribusi terhadap permasalahan yang ada pada materi makalah

7. Bab III Penutup
Pada penutup ini,uraikan seputar kesimpulan yang didapatkan dari hasil penelitian atas apa yang telah berjalan, kelebihan dan kekuranan hasil penelitian, perhitungannya matematis nya
Berikan saran untuk keperluan penelitian akan datang, ataupun berikan saran kepada laboratorium sekolah, dan lain sebagainya dapat dicantumkan di sini.

8. Daftar Pustaka
Pada elemen Daftar Pustaka ini berisi nama-nama literature yang kita jadikan referensi dalam pembuatan makalah tersebut. Perhatikan tata cara penulisan nama, gelar, jabatan agar tidak mengaburkan pengertian pustaka.

Daftar pustakan meliputi jurnal ilmiah, buku, majalah, surat kabar, media elektronik, interview juga bias dari website internet. Akan tetapi, keberadaan / keabsahan website internet untuk dijadikan referensi karya ilmiah masih menjadi pertentangan di kalangan akademis.

Dalam hal ini sangat saya sarankan kepada teman-teman semua untuk mengambil referensi 50% dari Buku, 20% dari jurnal ilmiah, buku, majalah, surat kabar, media elektronik, dan 10% dari website.
Demikianlah yang dapat saya share sama teman-teman tentang Cara Membuat Makalah 100% Baik dan Benar. Semoga bermanfaat untuk kita semua. Aamiin.
Leer completo...

TEKNIK PENULISAN FOOTNOTE (Catatan Kaki)

     Footnote (catatan kaki) adalah catatan di kaki halaman untuk menyatakan sumber suatu kutipan, pendapat, pernyataan, atau ikhtisar. Ada beberapa hal yang harus diperhatikan dalam penulisan footnote adalah sebagai berikut.
  1. Nomor footnote agak diangkat sedikit di atas baris biasa, tetapi tidak sampai setinggi satu spasi. Nomor itu jauhnya tujuh huruf dari margin atau tepi teks, atau sama dengan permulaan alinea baru. Jika catatan kaki terdiri lebih dari dua baris, baris kedua dan selanjutnya dimulai di garis margin atau tepi teks biasa.
  2. Nama pengarang ditulis menurut urutan nama aslinya. Pangkat atau gelar seperti Prof., Dr., Ir., dan sebagainya tidak perlu dicantumkan.
  3. Judul buku digaris bawah jika diketik dengan mesin ketik atau dicetak miring jika diketik dengan komputer.
  4. Jika buku, majalah, atau surat kabar ditulis oleh dua atau tiga orang, nama pengarang dicantumkan semua.
  5. Jika sumbernya berasal dari internet: Nama depan dan belakang penulis, “Judul dokumen,” nama website, alamat web komplit, tanggal dokumen tersebut di download.
  6. Pengarang yang lebih dari tiga orang, ditulis hanya nama pengarang pertama, lalu di belakangnya ditulis et al., atau dkk.
          Perhatikan contoh penulisan catatan kaki yang berasal dari buku di bawah ini !
  • Footnote dengan satu pengarang
     1Ade Iwan Setiawan, Penghijauan dengan Tanaman Potensial, Penebar Swadaya, Depok, 2002, hlm. 14.
  • Footnote dengan dua pengarang
      2Bagas Pratama dan T. Manurung, Surat Menyurat Bisnis Modern, Pustaka Setia, Bandung, 1998, hlm. 50.
  • Footnote dari majalah
     4Mochtar Naim, ’’Mengapa Orang Minang Merantau?’’ Tempo, 31 Januari 1975, hlm. 36.
  • Footnote dari surat kabar
     12Suara Merdeka, 29 Agustus 2005, hlm. 4.
  • Footnote dari internet
Richard Whittle, “High Sea Piracy: Crisis in Aden”, Aviation Today, diakses dari http://www.aviationtoday.com/rw/military/attack/High-Sea-Piracy-Crisis-in-Aden_32500.html, pada tanggal 26 Juli 2009 pukul 11.32
           Dalam menuliskan footnote, adakalanya digunakan singkatan-singkatan tertentu, yaitu :
  1. ibid, kependekan dari ibidem yang berarti ‘di tempat yang sama dan belum diselingi dengan kutipan lain’.
  2. op.cit., singkatan dari opere citato, artinya ’dalam karangan yang telah disebut dan diselingi dengan sumber lain’.
  3. loc.cit, kependekan dari loco citato, artinya ‘di tempat yang telah disebut’. loc. Cit digunakan jika kita menunjuk ke halaman yang sama dari suatu sumber yang telah disebut.
            Perhatikan pemakaian ibid., op. cit., dan loc. cit., dibawah ini!
  • 1Gorys Keraf, Diksi dan Gaya Bahasa, Gramedia Pustaka Utama, Jakarta, 1999, hlm. 8.
  • 2Ibid., hlm. 15 (berarti dikutip dari buku di atas)
  • 3Ismail Marahimin, Menulis secara Populer, Pustaka Jaya, Jakarta, 2001, hlm 46.
  • 4Soedjito dan Mansur Hasan, Keterampilan Menulis Paragraf, Remaja Rosda Karya, Bandung, hlm. 23.
  • 5Gorys Keraf, op. cit. hlm 8 (buku yang telah disebutkan di atas)
  • 6Ismail Marahimin, loc. cit. (buku yang telah disebut di atas di halaman yang sama, yakni hlm. 46)
  • 7Soedjito dan Mansur Hasan, loc. cit. (menunjuk ke halaman yang sama dengan yang disebut terakhir, yakni hlm. 23)
Leer completo...